الكلمة adalah lafadz yang memiliki makna, dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “kata”
Contoh :
كتاب (kitaabun) : buku / kitab
شمس (syamsun) : matahari
رسول (rasuulun) : utusan / rosul
يكتب (yaktubu) : menulis
يعلم (ya’lamu) : mengetahui
يقرأ (yaqro’u) : membaca
من (min) : dari
في (fii) : di / di dalam
على (‘alaa) : atas / di atas
الكلمة dalam bahasa arab terbagi menjadi 3 macam:الإسم (al-Ismu), الفعل (al-fi’lu) ,الحرف (al-harfu)
1. الإسم
الإسم (al-Ismu) yang sering disebut “isim” dalam ucapan Indonesia adalah kata yang menunjukkan atas suatu makna dan tidak terikat dengan waktu, bisa menunjukkan kata benda, kata sifat, kata tunjuk, kata ganti diri, kata keterangan tempat dan waktu, beberapa kata tanya serta bilangan .
Contoh : رجل (rojulun): seorang laki-laki, سيارة (sayyaarotun) : mobil,
قريب (qoriibun) : dekat, كريم (kariimun) : mulia, بارد (baaridun): dingin
يوم (yaumun) : hari, مكة (makkatu) : Mekah.
Tanda-tanda الإسم
Secara umum isim dapat dikenali dengan adanya tanda-tanda sebagai berikut :
a. Bisa di-tanwin (التنوين)
Misalnya : رجل (rojulun), إمرأة (imro’atun): seorang wanita
b. Bisa diawali dengan Alif-Lam (-ال )
Misalnya : الرجلُ (ar-rojulu) : laki-laki itu, الإمرأةُ (al-imro’atu): wanita itu
Catatan : Tanwin dan Alif-lam tidak boleh ada dalam satu isim secara bersamaan, misalnya ar-rojulun , ini merupakan contoh yang salah, yang benar adalah الرجلُ (ar-rojulu) atau رجل (rojulun)
c. Bisa dimasuki huruf jar (حرف الجر)
Huruf jar adalah huruf-huruf yang dapat menjadikan isim setelahnya berbaris bawah (berharokat kasroh) pada akhirnya atau pengganti baris bawah, contohnya :
من الله (minallahi) : dari Allah
Dari contoh di atas من (min) adalah salah satu huruf jar, maka kata اللهُ (Allahu)
menjadi berbaris bawah yakni “Allahi”
Macam-macam huruf Jar adalah :
- من (min) : dari
Contoh : من الناس (minannaasi) : dari manusia
- إلى (ilaa) : ke
Contoh : إلى السوق(ilassuuki) : ke pasar
- عن (‘an) : dari
Contoh : عن النبى (‘aninnabiyyi) : dari Nabi
- على (‘alaa) : atas, diatas
Contoh : على المكتب(‘alalmaktabi) : di atas meja
- فى (fii) : di, di dalam
Contoh : فى المسجد (filmasjidi) : di masjid
- رب (rubba) : sedikit, beberapa
Contoh : رب رجل فى الفصل (rubba rojulin filfashli) : sedikit laki-laki di
dalam kelas
- ب (bi)
Contoh : بالقالم (bilqolami) : dengan pena
- ك (ka)
Contoh : كالقمر (kalqomari) : seperti bulan
- ل (li) : untuk, kepunyaan, bagi
Contoh : لله (lillaahi) – kepunyaan/bagi Allah
Catatan : kata لله (tanpa diawali alif) dibaca “lillaahi”,
kalau ada alif-nya الله dibaca “Allahu”
Disamping huruf-huruf di atas mungkin terdapat pula huruf-huruf lainnya yang tergolong huruf jar, tapi demikianlah yang umum digunakan
Demikianlah tanda-tanda umum dari isim, seiring dengan terus membaca dan sering berlatih, insya Allah akan kita dapati pula beberapa tanda-tanda lainnya dari isim.
2. الفعل
فعل (Fi’lun) yang
sering disebut “fi’il” dalam ucapan sehari-hari adalah kata yang
menunjukkan atas perbuatan atau peristiwa yang terkait dengan waktu atau
secara sederhana dalam bahasa Indonesia bermakna “kata kerja”.
Contoh :
كتب (kataba): (telah) menulis, قرأ (Qoro’a) : (telah) membaca,
يكب (yaktubu) : (sedang) menulis,يقرأ (yaqro’u) : (sedang) membaca,أكتب (uktub): tulislah, إقرأ (iqro’) : bacalah.
كتب (kataba): (telah) menulis, قرأ (Qoro’a) : (telah) membaca,
يكب (yaktubu) : (sedang) menulis,يقرأ (yaqro’u) : (sedang) membaca,أكتب (uktub): tulislah, إقرأ (iqro’) : bacalah.
Di antara tanda-tanda الفعل adalah :
a. Bisa dimasuki قدْ (Qod) yang berarti “sesungguhnya”
Contoh : قدْ قامتِ الصلاةُ (Qod qoomatis sholaatu) : Sesungguhnya telah tegak waktu shalatb. Bisa dimasuki huruf س huruf ( السِّيْنُ ) yang berarti “akan” atau perbuatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Contoh : سَيَذْهَبُ (sa-yadzhabu) : (dia) akan pergi
سَيَرْجِعُ (sa-yarji’u) : (dia) akan pulang
c. Bisa dimasuki huruf سَوْفَ (saufa) yang berarti “akan/kelak” yakni perbuatan yang akan dilakukan dalam waktu yang jauh.
Misalnya : سَوْفَ تَعْلَمُوْن (saufa-ta’lamuuna) : kelak kalian akan mengetahui
d. Bisa bersambung dengan تَاءُ التَأنِيْثِ (ta’ ta’nits), yakni huruf تْ (ta’ yang disukun) dan menunjukkan makna wanita.
c. Bisa dimasuki huruf سَوْفَ (saufa) yang berarti “akan/kelak” yakni perbuatan yang akan dilakukan dalam waktu yang jauh.
Misalnya : سَوْفَ تَعْلَمُوْن (saufa-ta’lamuuna) : kelak kalian akan mengetahui
d. Bisa bersambung dengan تَاءُ التَأنِيْثِ (ta’ ta’nits), yakni huruf تْ (ta’ yang disukun) dan menunjukkan makna wanita.
Misalnya : ذَهَبَتْ (dzahabat) : (dia seorang wanita) telah pergi
رَجَعَتْ (roja’at) : (dia seorang wanita) telah pulang
Tentu
saja terdapat pula tanda-tanda lainnya, namun tanda diatas kami
cukupkan sebagai pengenalan tentang fi’il, perincian seputar fi’il insya
Allah akan dibahas pada pembahasan-pembahasan mendatang.
3. الحرف
Jenis kata yang ketiga adalah الحرف (Al-harfu)
atau sering kita sebut “huruf” yaitu kata yang hanya dapat difahami
ma’nanya dengan jelas apabila bersambung dengan isim atau fi’il .
Contoh-contoh huruf : مِنْ (dari) - ثُمَّ (kemudian) - فِى (di/di dalam) - حتَّى (sampai) - إِذَا (apabila) - ثُمَّ (kemudian) - فَ (maka) - أَوْ (atau)
Tidak
sebagaimana isim dan fi’il, huruf tidak memiliki tanda-tanda yang
khusus, tentu saja kita harus banya membaca dan menghafal untuk
mengetahui kata-kata mana saja yang termasuk huruf.
Perlu
difahami bahwa huruf yang dimaksud disini adalah salah satu dari jenis
kata dalam bahasa Arab, bukan yang dimaksud huruf hijaiyyah, adapun
huruf hijaiyyah adalah penyusun kata.

0 komentar:
Posting Komentar