-
.
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

15 Feb 2013

``Berapakah Nilai Kecantikan Anda? [Wanita WAJIB Baca!]``

Berapakah Nilai Kecantikan Anda?

Menurut kerangka pemikiran saya pribadi..tiap wajah wanita itu cantik, namun tergantung kadar nilainya saja yang berbeda-beda. Ada wanita yang kurang cantik (saya tidak katakan dia jelek), ada yang cantiknya standar dan biasa-biasa saja, ada yang cantik di atas rata-rata, ada juga yang cantiknya kelas La Femme Fatale “primadona” yang bisa membuat jantung lawan jenisnya seakan rontok seketika, menggelepar tak berdaya, laksana terkena panah pesona yang tepat menusuk dan menembus di jantung pria -karena saking cantiknya hingga pendar pesonanya begitu membutakan mata-.

[OOT] Maka dari itulah…baik wanita ataupun pria, mari kita bersama-sama menjaga seluruh indera kita -terlebih pandangan mata- dan kelakuan kita dari bermaksiyat kepada Allah Ta’ala..agar iman dan takwa di hati tidak rusak karenanya. Sebagai tambahan khususnya bagi yang sudah cukup mengerti dien: segeralah tinggalkan untuk bermudah-mudahan berkomunikasi dengan lawan jenis, hatta dengan alasan “dakwah”??? apalagi cuma kalo buat “cengengesan” ngobrol bercanda haha-hihi dengan lawan jenisnya.

Alasan saya, kenapa saya berpandangan seperti itu:

1. Kalau wanita dibilang cakep “tampan”, ya jelas lah…malah menakutkan :D. Laki-laki mungkin akan jadi merasa sangsi, “ini perempuan apa lelaki yah? kalo perempuan kok wajahnya tampan yah?” ==> meskipun ada sih ternyata lelaki yang wajahnya dianggap “cantik” seperti wanita, atau sebaliknya. Akan tetapi, kita keluarkan pembahasan tersebut dari pembicaraan kita saat ini.

2. Kecantikan merupakan perkara yang bersifat nisbi “relatif”. Ini berarti, nilai kecantikan bukan merupakan suatu hal yang sifatnya konstan absolut, namun berdasarkan variabel nisbi. Di sana, ada berbagai macam parameter yang bisa dijadikan acuan untuk menetapkan standar kecantikan. Bagi kebanyakan orang (jumhur), wanita A yang berkulit hitam, berhidung pesek, berbibir memble, berwajah kurang proporsional…bisa saja dibilang kurang cantik, namun bagi orang lain terlebih yang jatuh hati padanya…sangat mungkin dia masih dianggap cantik. Nah, berarti si A itu tetap saja cantik kan? meskipun hanya orang tertentu saja yang bilang si A itu cantik. Sederhananya saja….sekarang tinggal kecantikan itu menurut tolak ukur siapa…begitu bukan?

Dalam bilik kontemplasi yang saya miliki, sisi idealisme saya berujar bahwa kecantikan terbagi menjadi dua: kecantikan yang bersifat jasmani (outter beauty) dan kecantikan rohani (inner beauty). Apabila terkumpul pada seseorang dua macam kecantikan tersebut, sungguh saya katakan dia adalah seorang yang memiliki kualitas kecantikan sejati yang “nyaris sempurna” (karena kecantikan yang sempurna hanya pantas disandang oleh wanita penghuni surga). Akan tetapi, orang yang memiliki kulitas yang demikian pasti sangat sedikit jumlahnya.



A. Manakah yang lebih utama, cantik jasmani (tapi rohaninya kurang cantik) atau cantik rohani (meskipun jasmaninya kurang cantik)?

Jika dihadapkan pada pertanyaan pilihan seperti ini, tentulah kecantikan rohani itu yang jauh lebih baik. Kecantikan rohani inilah cermin dan manifestasi dari pancaran sinar ketakwaan dan keshalihahan yang berasal dari dalam kalbunya. Kecantikan ini akan nampak dengan jelas terlukis dari tingkah laku, tutur kata, buah pemikirannya yang seolah “mengabarkan” bagi tiap mata yang memandangnya…tiap sosok yang mengenalnya tentang bagusnya akhlak, amal, dan ilmu yang ia miliki…tentang begitu sejuk dan menyenangkan sekali roman wajahnya untuk dipandang -meskipun dia tidak terlalu cantik secara fisik-….tentang begitu kedamaian itu mengalir, membasahi dan menelusup di relung jiwa ketika berada di dekatnya…ibarat di dalam dirinya, kita temukan sebuah telaga berair sejuk nan bening, dikitari oleh pepohonan rindang agar kita bisa bernaung dan mereguk airnya untuk melepaskan sejumput dahaga.

Dalam pandangan saya pribadi, ketika saya bertemu wanita yang memiliki inner beauty ini…

Seakan-akan saya bisa melihat ada sebuah taman yang indah, damai, nyaman dan menyejukkan untuk dihuni, dalam kedalaman lubuk hati dan jiwa sang wanita. Sebuah taman yang penuh dengan bunga-bunga mekar warna-warni yang elok dipandang dan senantiasa harum mewangi. Yah..bunga-bunga inilah kiasan indah dari amalan batin yang ia miliki sebagai hiasan “taman” jiwanya -atau dalam bentuk kiasan saya lainnya, saya kiaskan hal tersebut dengan kekayaan beserta pundi-pundi harta karun…atau berupa “langit jiwa beserta taburan bintangnya yang berkerlipan laksana kilauan emas dan permata”-

Seolah-olah bebungaan di taman hati itu menebarkan aroma wangi surgawi…

B.Sepatah kata dariku untukmu

1. BAGI YANG HANYA PUNYA KECANTIKAN FISIK [terlebih jika ternyata akhlaknya belum baik]

Anda merasa memiliki kecantikan fisik? Oke….Stop!Stop! Prriiiiitttt! Jangan sok-sokan ‘ujub di depan saya!!! *duhhh bikin saya ilfil berat saja*

Sesungguhnya kecantikan fisik yang Allah berikan Anda adalah anugrah sekaligus fitnah (cobaan). Tergantung bagaimanakah Anda menanggapinya. Apakah dengan kecantikan itu akan semakin menjauhkan Anda dariNya atau mendekatkan diri padaNya. Ketika Anda merasa berbangga diri dengan kecantikan Anda lalu merendahkan orang lain, atau dengan kecantikan itu Anda semakin gemar bertabarruj dan menebarkan jerat godaan terhadap lawan jenis baik secara langsung atau tidak -salah satu contohnya dengan memajang pose wajah Anda tanpa ada keperluan yang bersifat darurat- [harap jangan tersinggung...saya sedang tidak marah-marah, saya juga tidak sedang memaki-maki dan menyindir Anda...stay cool saja...karena mungkin Anda belum tahu hukumnya], maka berhati-hatilah karena kecantikan itu bisa menjadi perantara yang mendekatkan Anda ke gerbang neraka. Akan tetapi, ketika kecantikan itu semakin membuat Anda bersyukur atas segala nikmatNya, membuat Anda menjadi pribadi yang rendah hati dan menjaga diri, Anda gunakan kecantikan itu sebagai sarana menyenangkan suami Anda dan meraih ridhaNya, bukan untuk “mengobral” diri dan menjerat lelaki agar Anda dikagumi…maka berbahagialah karena hal tersebut akan mendekatkan Anda kepada surgaNya.

Jika memang Anda terlahir dengan kecantikan lahir, maka lengkapilah kecantikan diri Anda dengan kecantikan batin. Karena kecantikan lahir yang Anda miliki, merupakan kecantikan yang bersifat temporer, dan akan lenyap seiring bertambahnya umur. Bayangkan…bagaimana suatu saat Allah tiba-tiba mencabut nikmat ini dari Anda…maka kecantikan lahir yang Anda miliki sudah tidak ada lagi artinya. Toh jika Anda dikafani dan mayat Anda sudah membusuk dan bercampur dengan tanah, kecantikan lahir tersebut akan segera sirna. Wajah dan tubuh Anda hanyalah seonggok kulit yang menempel di daging. Kulit tersebut akan mengalami degenerasi, keriput,mengendur dan lama kelamaan pun akan meredupkan dan mengikis kecantikan lahir yang Anda miliki. Berbeda halnya ketika Anda memiliki kecantikan batin. Kecantikan ini bisa diperbaharui dan tak lekang dimakan usia. Kecantikan ini akan terus ada jika Anda benar-benar menjaganya….sebuah kecantikan yang tidak dipengaruhi variabel masa dan usia. Yang pasti, kecantikan batin inilah yang akan mempermulus jalan Anda menuju surgaNya Insya Allah.

2. BAGI YANG WAJAHNYA KURANG CANTIK, SECARA FISIK KURANG MENARIK [lebih-lebih lagi kalau akhlaknya belum baik]

Kita punya kehendak, Allah pun punya kehendak. Apabila kita bisa memilih, tentu kita akan memilih segala kebaikan -dalam bentuk akhlak, ketakwaan, keshalihahan, anggota tubuh beserta kinerjanya, rupa, dan harta- terkumpul dalam diri kita. Jika demikian adanya, begitu banyak hikmah dan ajaran dalam syariat ini tidak akan ada artinya. Lalu apa gunanya syariat itu ada, jika semua orang sudah baik dan sempurna seluruhnya?

Allah telah menetapkan kuasa dan kehendakNya di atas kuasa dan kehendak kita semua, hingga diciptakanlah makhluk yang beraneka ragam bentuk dan rupanya. Ketika Anda merasa rendah diri dengan fisik yang Anda miliki…saya ingin memberikan sedikit hiburan bagi Anda bahwa sesungguhnya bukan fisik Anda yang akan dipandang oleh Allah kelak.

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim hal 1987 dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu,

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk dan harta yang kalian miliki, akan tetapi Dia melihat hati dan amal perbuatan yang kalian lakukan.”

Dan di dalam riwayat Imam Muslim yang lain:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat badan dan bentuk kalian, akan tetapi Dia melihat hati – hati kalian.”

Jika kita mau berpikir dan merenung, sesungguhnya Allah telah memberikan begitu banyak potensi, anugrah dasar (bawaan lahir maksudnya) yang bisa kita gunakan dalam meretas jalan menuju FirdausNya.

Misalkan, ada wanita berwajah cantik dan memiliki fisik yang baik lagi berilmu. Dia berdandan meraih ridha suami dalam rangka meraih keridhaan dan pahala dari Allah. Dia berusaha memaksimalkan kecantikan yang dia miliki untuk membantu menjaga pandangan suaminya, agar tidak terjerumus dalam perbuatan nista. Dia menggaet, menyihir, dan melelehkan hati suaminya dengan keelokan paras dan fisiknya. Lalu, dia kunci hati suaminya agar sang suami hanya berpaling pada wanita yang telah halal baginya itu. Sepertinya sepele ya? namun semua itu kembali kepada niat. bukankah sebuah amalan ringan yang dianggap sepele bisa berpahala besar, dan sebuah amalan yang besar bisa berpahala kecil hanya karena niat?

Lalu, ketika Anda tidak merasa berwajah cantik, fisik pun kurang menarik…Anda merasa sedih, kecewa? Jangan khawatir…Anda masih bisa meraih pahala demi meretas jalan menuju firdausNya dengan cara lain. Raihlah surgaNya dengan aset inner beauty yang Anda miliki, bahkan berusahalah untuk menggalinya lebih dalam lagi. Coba Anda pikirkan, sisi mana yang bisa Anda tonjolkan sebagai bentuk kemudahan dari Allah, agar Anda bisa masuk ke surgaNya. Mungkin Anda kurang cantik…namun Anda seorang yang ringan tangan, atau Anda seorang yang bertutur kata halus, bisa jadi Anda seorang yang peka terhadap kebutuhan orang lain, ataupula Anda seorang yang cerdas dan memiliki ingatan kuat hingga Anda mudah menghafal Al-Qur’an; As-Sunnah; perkataan ahli hikmah dan buku-buku para ulama…namun…namun…dan namun…Yah! gunakanlah itu sebagai sarana yang bisa mengantarkan Anda meraih ridhaNya. Maka, tuntutlah ilmu agama, kemudian amalkan, dakwahkan dan bersabarlah atasnya. Insya Allah sinar ketakwaan; gelora keimanan; dan pancaran sosok yang shalihah lagi berakhlak mulia akan membuat Anda terlihat begitu cantik dan menawan.

“Dan kini saatnya wahai para wanita dunia…jika engkau merasa kurang cantik, tidak menarik, dan belum terlalu baik…jangan kau kumpulkan 2 keburukan khalq dan khuluq sekaligus dalam dirimu. Berakhlaklah sebagaimana wanita penghuni surga yang didamba setiap pria…”

4. BAGI YANG CANTIK LUAR DALAM

Masya Allah…betapa beruntungnya lelaki yang mempersunting Anda. Wanita yang nyaris sempurna (karena saat ini, tidak ada manusia yang sempurna dalam arti sempurna sebenar-benarnya. Yang ada hanyalah “sempurna” menurut subyektivitas manusia. Sosok wanita yang betul-betul sempurna hanya akan ditemukan di surga, sebagai suatu nikmat yang Allah berikan bagi penghuninya. Oleh karena itu, ketika saya berbicara hakikat kesempurnaan wanita dunia saat ini, saya hanya katakan “nyaris sempurna”) seperti Anda -dalam pandangan manusia- mungkin dalam rasio 1:1 juta..1 milyar…1 trilyun…atau bahkan lebbbih dari itu di seluruh jagat raya. Anda merupakan salah satu di antara harta karun yang paling berharga bagi sang belahan jiwa. Anda bagaikan permata yang kemilaunya memukau mata *oww silau maaan 0____O*. Anda ibarat mutiara yang begitu terjaga, anggun bertahta, yang tetap eksis dalam cangkangnya. Anda laksana kerlip bintang yang elok menghiasi langit jiwa pasangan Anda. Anda seperti….ahhh terlalu banyak metafora yang tersedia bagi orang seperti Anda. Pertahankan dan jika perlu tingkatkan apa yang telah Anda lakukan!

C. Benarkah wajah wanita akan terlihat cantik ketika dibasuh dengan air wudhu?

Tergantung dari jenis mata yang Anda gunakan untuk melihat. Apabila Anda hanya menggunakan mata kepala, yang berbingkai rasionalitas yang realistis, tentu jawaban yang diberikan berdasar ranah penilaian kecantikan lahir semata.

Bagi orang seperti ini, kalau memang wajah wanita tersebut tidaklah cantik, mulus dan putih kinclong seperti Rianti Cartwright -misalkan- (bagi saya Rianti itu tergolong cantik, Masya Allah. Kalau pendapat Anda tidak seiring sejalan dengan saya ya silahkan saja…saya juga tidak memaksa. Saya hormati dan hargai pendapat Anda. Tadi kan sudah saya bilang, “bagi saya”. Artinya, itu opini pribadi saya yang subyektif) meskipun dibasuh air wudhu seluas samudera (permisalan mubalaghah *lebay* ini) pun tidak akan berubah jadi “criiing…jeng-jeng-jeng” seperti dia.

Beda halnya jika Anda memandang dengan mata hati di kedalaman jiwa, yang berbingkai dengan spiritualitas yang “teoritis”. Niscaya Anda akan mendapatkan sosok yang memang nampak betul-betul “cantik” (cantik dari dalam maksudnya….aliyas inner beauty). Bukankah wajah ketika habis dibasuh air wudhu itu jadi terlihat bersih, segar, nampak lebih “bersinar dan bercahaya” …terlihat begitu menenangkan “adem” dipandang. Terlebih jika ternyata wanita yang berwudhu itu memang seorang ahli “ilmu, amal, dan dakwah”. Jadi, berasa damai dan sejuk di jiwa. Kata orang, “aura” nya beda.

Apatah lagi jika Anda memandangnya dengan mata kaki yang tidak berbingkai…pantas saja kalau tindakan Anda srudak sana sruduk sini, seperti banteng “bolor” yang sedang menghadapi matador.

Bagi yang sudah memiliki tambatan hati…baik kiranya bagi Anda dan saya untuk berusaha meniru akhlak bidadari surga, hingga suami kita merasakan bahwa seolah-olah kita menjadi sosok “laksana bidadari dalam hati suami”.

INTINYA yang penting adalah: Kerahkanlah usaha terbaik dari kita semampu mungkin untuk meraih jalan menuju surgaNya. Tidak usah kita berkecil atau berbesar hati hanya karena rupa. Ingatlah tujuan utama hidup kita….ingatlah tempat kekal yang akan menjadi hunian kita. Berusaha menuju ke surga…surga..dan surga….itulah kata yang selayaknya senantiasa berdengung dalam pikiran, hati dan langkah kita. Itu saja…habis perkara!

.: Catatan :.

1. Sebetulnya, ingin saya menyuarakan perwakilan sebagian besar suara hati wanita, sekaligus teguran halus bagi segenap lelaki yang masih mendamba wanita dunia yang punya kualifikasi sebagaimana kesempurnaan yang dimiliki wanita penghuni surga. Silahkan baca dan kalau perlu sebarkan bagi lelaki di sekitar Anda, agar hendaknya mereka membuka pikiran, hati, dan mata untuk lebih bersikap realistis dalam menaruh harapan pada pasangan dan calon pasangan.

tekan “KLIK” di sini

2. Maaf saya hanya menyebutkan kata “hikmah” secara global saja, mengenai kondisi mengapa Allah telah menetapkan perbedaan kondisi yang dimiliki setiap hamba. Tadi sudah saya tulis beberapa hikmah secara rinci kenapa kita tidak bisa “memilih” seperti apakah diri kita, hingga kita merasa kecewa dan bahkan secara tidak sadar menggugat takdir yang Allah tetapkan bagi kita. Semakin lama ide tentang itu terlalu banyak untuk ditulis. Jadi, kok saya rasa malah memenuhi dan mengaburkan esensi pikiran utama yang akan disampaikan. Akhirnya, ya sudah..malah tidak ada satupun yang saya tulis di sini. Akan tetapi, jika memang para pembaca menghendaki…tidak mengapa jika saya tambahkan lagi, ketika saya memiliki waktu luang Insya Allah.

3. FYI: Bagi yang belum tahu…Firdaus ini salah satu surga dari sekian banyak surga. Firdaus merupakan surga yang tertinggi, dan berada di tengah surga lainnya. Di atas Firdaus inilah terdapat ‘Arsy Allah. Maka dengan segala keutamaan yang ada di dalamnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan pada kita, tatkala kita memohon sesuatu pada Allah, mintalah agar dimasukkan ke dalam surga Firdaus ini. Bukan hanya di emperan surga…atau malah berpemikiran tidak pantas berada di surga namun juga tidak kuasa menahan panasnya api neraka? Sebagaimana yang banyak dilantunkan orang Sufi (bukan SUka FIlm lho ya..). Ketahuilah bahwa yang pemikiran yang saya garis bawahi itu bukan kerendah hatian “tawadhu” hakiki, bahkan justru menyelisihi perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ

اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

“Dalam surga terdapat seratus derajat yang Allah persiapkan bagi para mujahidin di jalanNya, yang jarak antara setiap dua tingkatan bagaikan jarak antara langit dan bumi, maka jika kalian meminta kepada Allah, mintalah surga firdaus, sebab firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya ada ‘Arsy Ar-Rahman, dan darinyalah terpancarnya sungai-sungai di surga.” (HR. Al-Bukhari)

4. Bagi yang belum memiliki pasangan: Apakah ada yang merasa rendah diri, merasa sedih atau diliputi perasaan negatif lainnya ketika Anda merasa secara wajah kurang cantik, fisik kurang menarik, dan akhlak belum baik ? sehingga Anda kerapkali menuai kekhawatiran dalam mendapatkan jodoh, dan perasaan rindu bertemu belahan jiwa pun semakin membuat Anda dirundung perasaan pilu, sendu [mengharu biru?]. Hubungi saya secara pribadi, akan saya beri sesuatu Insya Allah. Bukan hadiah…hanya ******* yang saya harap bisa meredakan kegalauan di hati Anda. Di pemberian saya tersebut terdapat beberapa pembahasan yang berkaitan dengan perkara “rendah diri”, dan perasaan sedih menghadapi ujian belum mendapatkan pasangan karena fenomena “perfect syndrome” di kalangan sebagian ikhwan.
READ MORE - ``Berapakah Nilai Kecantikan Anda? [Wanita WAJIB Baca!]``

4 Feb 2013

✰◆TENTANG DIRIMU✰◆

 

Bismillah..

◆✰♢✰◆✰♢✰◆✰♢✰◆✰♢✰◆✰♢✰◆✰♢✰◆✰♢✰◆

Bacalah tentang dirimu, maka aku akan mengerti bahwa sesungguhnya dirimu adalah indah. Allah telah menciptakanmu dengan begitu teratur dan sempurna, maka dari itu berbanggalah menjadi muslimah dengan menjadi taat kepada Nya.

Dia tetap memeliharamu bahkan saat kau tidak mencintainya, Dia mengasihimu dan tetap memberikan kepadamu jatah rizki, bahkan disaat kau mengkhianatinya, dan Dia pun akhirnya memaafkan kesalahanmu saat kau bertaubat, walaupun selanjutnya kau mengulang kesalahan yang sama. Lagi dan lagi. Memang, menebus kecintaanNya adalah sangat mustahil dilakukan, maka satu- satunya cara untuk membalasnya adalah menjadi hamba yang baik untukNya. Walaupun itu memang sama sekali tidak menguntungkan atau merugikanNya, namun percayalah kesetiaan terhadap aturan dan JalanNya, akan selalu membawamu kepada kemuliaan seorang manusia.

Menjadi mulia...ternyata lebih mendamaikan bahkan dari pada sekedar mendapatkan gelar sebagai `kaya`. Lalu mengapa harus kau rendahkan dirimu sendiri dengan menyelisihi Allah sang Maha Penguasa, hanya demi memenuhi nafsu yang memenuhi rongga dadamu?.



Bacalah kewajibanmu, maka kau akan mengerti bahwa seorang wanita sangatlah dimuliakan Allah lewat sebuah hal yang bernama melayani. Dengan melayani keluarga dan suami, maka kau telah melekatkan sebuah keajaiban pada dirinya sendiri sebagai seorang wanita.


Kau yang dengan segala keringanan mengesampingkan kesenanganmu sendiri demi kebahagiaan yang lain. Ah Simpanan terbaik apalagi di dunia ini yang lebih selain seorang istri yang begitu sangat sholihah dan mencintai keluarganya diatas kepentingan dan kelegaan hatinya sendiri. Suami adalah kunci munuju surga, kehidupan terabadi ditempat yang paling indah. Subhanallah, semoga Akhirnya kehidupan terbaik disana bisa di peroleh.



Bacalah tentang kekuranganmu, maka kau akan mengerti cara tepat menjadikan dirimu hebat, tanpa harus menjadi dipaksakan untuk sempurna.Kesadaran tentang kekurangan itu akan menjadikan kau pribadi yang tidak sombong dihadapan Yang Maha segala apalagi dihadapan manusia.

Saat kau mengenal kekuranganmu, maka akan banyak kesempatan bagimu untuk melembutkan hati dan mengasah kasih sayangmu untuk selanjutnya kau sebarkan keindahan itu kepada seluruh dunia.



Bacalah tentang masa lalumu, maka kau akan mengerti betapa Allah sangat Maha penyayang dan mengasihimu. Allah menuntunmu kepada jalan yang terbaik walaupun kadang kau khianati.

Kasih sayangNya tiada batas, walau sering kali kita membatasi diri denganNya lewat dosa- dosa yang kau perbuat. Maka dari itu jangan tunda sujudmu, mohonkanlah ampunan atas jalan salah yang telah kau ukir dalam kebanggan berbuat dosa.



Bacalah setiap lembaran hidupmu, maka kau akan mengerti betapa Allah Subhanahu Wata'ala telah mengembankan kepadamu tugas yang berat dan indah, namun tidak melebihi kemampuanmu.

Kau adalah mampu, walaupun kau suka berputus asa dengan berkata tidak mampu. Kau adalah pemenang, walau sesekali terpuruk menjadi pecundang. Kau adalah Anugrah, maka jangan anggap dirimu sebagai sampah. Kau indah, bahkan terlalu indah untuk sekedar kau caci maki. Kau adalah hamba yang taat, walau sesekali kau salah jalan, namun lihatlah sang Maha Penolong masih tersenyum dalam keteledoran yang kau lakukan.

Dan yakinlah Dia akan selalu memaafkanmu, selama kau ikhlas meminta maaf. Lalu, atas alasan apa lagi kau harus menunda tobatmu, apakah kau perlu harus menyaksikan dahulu kemurkaaan Allah atasmu?
READ MORE - ✰◆TENTANG DIRIMU✰◆

2 Feb 2013

** SEKILAS MENGENAL NIFAS **

BismillAh...


Setelah melewati persalinan yang melelahkan, seorang ibu akan mengalami masa nifas. Ibu perlu mengetahui apa saja yang akan dialaminya saat nifas, meliputi perubahan-perubahan yang terjadi, cara perawatan, infeksi nifas serta pencegahannya. Ibu tak perlu terlalu khawatir dalam menjalani masa nifas. Dengan persiapan matang dan dukungan keluarga, insya Allah ibu dapat melaluinya dengan baik.

APA YANG DIALAMI IBU SAAT NIFAS?
Setelah melahirkan, organ reproduksi ibu berangsur-angsur akan pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Suhu badan setelah melahirkan dapat naik lebih dari 0,5C dari keadaan normal (36-37C) tapi tidak lebih dari 39C. Sesudah 12 jam pertama melahirkan, umumnya suhu badan kembali normal. Bila lebih dari 38C, harus dipikirkan kemungkinan terjadinya infeksi nifas.

Setelah lahir, bayi bisa langsung disusui jika ibu sudah siap. Pada hari pertama akan keluar kolustrum, yaitu cairan kuning yang lebih kental daripada air susu. Jangan ragu untuk memberikan kolustrum pada bayi anda, walaupun warnanya kuning (tidak seperti susu biasa) tapi kolustrum sangat baik untuk bayi karena mengandung protein albumin, globulin, dan benda-benda kolustrum.

Perasaan mulas setelah melahirkan terjadi akibat kontraksi rahim. Hal ini kadang sangat mengganggu selama 2-3 hari setelah melahirkan dan biasanya lebih sering terjadi pada ibu multipara (sudah pernah melahirkan lebih dari 1 kali) dibandingkan primipara (baru pertama kali melahirkan). Perasaan lebih terasa saat menyusui dan dapat pula timbul bila masih ada sisa selaput ketuban, sisa plasenta, atau gumpalan darah dalam rahim. Untuk kasus seperti ini, dokter akan memberikan obat pada ibu. Jika ibu mengalami perdarahan, segera bawa ke bidan atau dokter. Ibu akan mendapat obat untuk menghentikan perdarahan, dan dianjurkan untuk tirah baring (tiduran) serta harus mengurangi aktivitasnya.


Selama nifas, ibu akan mengeluarkan cairan yang berasal dari rahim. Cairan ini disebut "lokia". Pada hari pertama dan kedua, ibu akan mengeluarkan lokia rubra atau lokia kruenta, berupa darah segar bercampur sisa selaput ketuban dan lain-lain. Hari berikutnya keluar lokia sanguinolenta, berupa darah bercampur lendir. Setelah satu pekan, keluar lokia serosa yang berwarna kuning dan tidak mengandung darah. Setelah dua pekan, keluar lokia alba yang hanya berupa cairan putih. Biasanya lokia berbau agak amis. Bila berbau busuk, mungkin terjadi lokiostasis (lokia tidak lancar keluar) dan infeksi.

Buang air kecil harus secepatnya dilakukan oleh ibu sendiri. Bila kandung kemih penuh dan tidak bisa buang air kecil, akan dipasang selang/kateter untuk mengeluarkan air seni supaya otot-otot kandung kemih dapat beristirahat.

Buang air besar harus segera dilakukan tiga hari setelah melahirkan. Sulit buang air besar hingga skibala (tinja yang mengeras) tertimbun di rektum, bisa menyebabkan terjadinya demam. Dokter akan menganjurkan banyak minum dan mengkonsumsi makanan berserat (sayur dan buah). Jika perlu juga diberikan obat pencahar. Kesulitan buang air kecil dan buang air besar, insya Allah bisa diatasi dengan melakukan mobilisasi (duduk, jalan) secepatnya.

PERAWATAN IBU YANG SEDANG NIFAS
1. Setelah melahirkan, ibu harus cukup istirahat. Delapan jam setelah melahirkan, ibu harus tidur telentang untuk mencegah perdarahan. Setelah itu, ibu boleh miring ke kiri atau ke kanan untuk mencegah trombosis.

2. Ibu dan bayi ditempatkan pada tempat yang sama, supaya terjalin kontak fisik dan psikis (kejiwaan) yang erat. Hal ini juga akan memudahkan dalam melakukan aktivitas menyusui.

3. Makanan yang diberikan harus sehat, cukup kalori, protein, dan serat (sayur, buah).

4. Bila perlu, ibu bisa melakukan senam nifas secara bertahap (bisa dimulai sejak hari kedua melahirkan). Senam nifas mempunyai banyak manfaat, antara lain membantu melancarkan sirkulasi darah, membantu mengembalikan kedudukan otot kandungan, menguatkan otot-otot perut, otot-otot dasar panggul (tempat diantara kedua paha) dan pinggang, membentuk sikap tubuh, serta membantu memperlancar produksi ASI (Air Susu Ibu).

Salah satunya dengan melakukan gerakan-gerakan sebagai berikut:
• Ibu telentang lalu kedua kaki ditekuk, kedua tangan diletakkan di atas dan menekan perut. Lakukan pernafasan dada lalu pernafasan perut.
• Dengan posisi yang sama, angkat pantat lalu taruh kembali.
• Kedua kaki diluruskan dan disilangkan lalu kencangkan otot seperti menahan buang air kecil dan buang air besar.
• Duduklah di kursi, perlahan bungkukkan badan sambil tangan berusaha menyentuh tumit.

5. Ibu dianjurkan untuk memeriksakan diri enam pekan setelah melahirkan. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat keadaan umum ibu secara menyeluruh, dan menindaklanjuti jika ada keluhan-keluhan setelah melahirkan.

MENGENAL INFEKSI NIFAS
Salah satu kelainan yang dapat ditemukan selama nifas ialah "infeksi nifas". Infeksi nifas ialah infeksi bakteri pada saluran genital (kemaluan) yang terjadi setelah melahirkan, ditandai dengan kenaikan suhu tubuh sampai 38C atau lebih selama dua hari, terjadi dalam sepuluh hari setelah melahirkan tapi dengan mengecualikan 24 jam pertama.

Tanda-tanda infeksi nifas sangat bervariasi, tergantung bagian yang terinfeksi dan keparahannya, antara lain:
1. Demam tinggi (38C atau lebih), kadang disertai menggigil.
2. Rasa panas dan nyeri pada tempat infeksi
3. Kadang-kadang terasa perih saat buang air kecil.
4. Ibu terlihat sakit dan sangat lemah

Jika ditemui tanda-tanda seperti tersebut di atas, segeralah membawa ibu ke tempat pelayanan kesehatan untuk mendapat penanganan yang sesuai.

FAKTOR RISIKO TERJADINYA INFEKSI NIFAS
Ada beberapa faktor risiko yang memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi nifas, antara lain:
1. Setiap keadaan yang menurunkan daya tahan tubuh ibu, seperti perdarahan, kelelahan, gizi buruk, preeklamsi, eklamsi, infeksi lain yang diderita ibu, penyakit jantung, TBC paru, pneumonia, dan lain-lain.
2. Ibu dengan proses persalinan lama, persalinan yang tidak terduga (mendadak) sehingga kurang tertangani dengan baik, atau ketuban pecah lama.
3. Ibu yang menjalani tindakan operasi, baik lewat jalan lahir maupun perut.
4. Tertinggalnya sisa ari-ari, selaput ketuban, atau bekuan darah dalam rahim.

PENCEGAHAN INFEKSI NIFAS
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi nifas, antara lain:
1. Sebaiknya ibu memperhatikan kondisi kesehatannya selama hamil, segera periksa ke bidan atau dokter jika ada keluhan.
2. Minum tablet besi secara teratur untuk mencegah terjadinya anemia.
3. Konsumsi makanan yang bersih, sehat, cukup kalori, protein, dan serat (sayur, buah).
4. Minum air dalam jumlah yang cukup.
5. Ibu hendaknya memilih tenaga penolong persalinan yang terlatih, supaya proses persalinan terjamin kesterilannya.
6. Selama nifas, jalan lahir harus dijaga kebersihannya, apalagi jika terjadi perlukaan yang memerlukan perawatan khusus.

Demikian secara ringkas pengenalan tentang masa nifas yang memerlukan perhatian khusus. Pada masa nifas ini, biasanya ibu masih lemah dan sedang memulihkan kondisinya. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi setelah melahirkan. Untuk itu, diperlukan kesiapan supaya ibu dapat menghadapinya. Jika ternyata ibu ditakdirkan oleh Allah mengalami infeksi nifas, maka diperlukan penanganan yang berbeda daripada ibu yang sehat. Selain melakukan perawatan saat nifas, hendaklah ibu memperbanyak doa dan banyak memanfaatkan waktu luang dengan belajar cara mengasuh dan mendidik anak. Wallahu a'lam.

[dr. Avie Andriyani, Sumber: Kapita Selekta Kedokteran UI, Jilid 1, Media Aesculapius]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XI/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

READ MORE - ** SEKILAS MENGENAL NIFAS **

14 Des 2012

Menggunakan Jilbab Putih atau Hitam?Anda bingung?

jilbab_warna_putih Buat yang bingung kok ada yang bilang pakaian wanita harus hitam...atau yang gk mau pake hitam takut dibilang fanatik,teroris,berduka....atau yang punya kenyakinan wanita kudu pake warna putih yang berarti suci...Berikut saya salinkan penjelasannya.Monggo disimak........^_^

Warna pakaian wanita tidak ada standar baku dalam Islam, sebenarnya tergantung dengan kebiasaan di negeri masing-masing. Pakaian wanita muslimah tidak selamanya hitam seperti anggapan sebagian orang. Boleh saja warna pakaian dan jilbab adalah putih, sebagaimana yang masyhur di negeri kita. Namun jika pakaiannya berwarna-warni, ditambah aksesoris bunga, dll yang ini menimbulkan godaan dan membuat lawan jenis jadi tertarik, maka jelas tidak dibolehkan. Tetapi, kenyataannya, tidak sedikit wanita yang hanya mau bergaya tanpa memperhatikan aturan dalam berjilbab.
Ulama senior di Kerajaan Saudi Arabia dan angota Hay-ah Kibaril Ulama’ ditanya, “Apakah boleh memakai jilbab yang berwarna (selain hitam)?”

Beliau hafizhohullah menjawab,
“Jika engkau maksudkan adalah memakai jilbab warna-warni yang menutupi wajah dan telapak tangan lantas menimbulkan fitnah atau godaan, maka terang saja tidak dibolehkan.
Jika yang dimaksud adalah jilbab selain warna hitam, yaitu jilbab warna putih, hijau, merah atau selain itu dan di negeri tersebut sudah terbiasa dengan jilbab warna semacam itu, maka tidak mengapa. Karena pakaian kata para ulama dikembalikan pada ‘urf, yaitu kebiasaan masyarakat sekitar. Dikecualikan di sini untuk pakaian yang terdapat larangan khusus seperti pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur, za’faron atau pakaian warna merah, semua pakaian semacam  itu bagi laki-laki terlarang. Selain pakaian semacam itu, maka dikembalikan pada ‘urf (kebiasaan masyarakat). Untuk wanita, jika warna pakaian dimaksudkan untuk berhias diri, maka tidak boleh. Karena Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
“Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka.” (QS. An Nur: 31). Jika warna pakaian wanita sampai menggoda yang lain, maka seperti itu pun terlarang agar tidak membawa pada kerusakan.

Intinya, mereka silakan menimbang-nimbang maslahat. Hukum pakaian itu sekali lagi tergantung ‘urf masing-masing negeri. Bisa saja ada yang berpakaian semacam itu di suatu negeri, maka akan mengundang godaan, namun belum tentu di negeri lain. Oleh karenanya, lihatlah keadaan di negeri masing-masing. Jika di Perancis, tidak tergoda dengan warna pakaian semacam itu, semacam jika memakai pakaian selain warna hitam, maka tidaklah terlarang. Namun jika sampai mengundang godaan, sampai-sampai orang lain terus memperhatikan karena menjadi pakaian ketenaran, maka tidak boleh memakai pakaian semacam itu.

Demikian,semoga bermanfaat.Hanya Allah lah yang memberi Taufik dan Hidayah.
Untuk bagaimana seharusnya pakaian yang dikenakan muslimah.Akan saya sajikan pada tulisan2 berikutnya...Insyaallah.

Sumber fatwa dari website pribadi Syaikh ‘Abdul Karim Al Khudair:
http://www.khudheir.com/text/4718
READ MORE - Menggunakan Jilbab Putih atau Hitam?Anda bingung?

1 Des 2012

╰☆╮ *T U L A N G R U S U K* ╰☆╮

(¯`v´¯)¸
`•.¸.•❤•..•♥ Assalamu'alaikum ♥¸.•❤•..
♥♥ بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ ♥

Seorang yg bijak dalam blognya berkata,
"Wanita selalu mengembalikan yang lebih untuk pria."

Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu.

Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu.

Jika kamu memberinya Cinta, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.

Tapi jika kau memberinya Pengkhianatan, ia akan memberimu doa dalam airmata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu untuk berjuta Kemalangan"

Jika kemarin kamu berdoa dan kamu yakin bahwa dialah tulang rusukmu,
maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna,
melainkan sebagai wanita yang terbaik.
Yang terbaik dari ALLAH bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah,
tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.
Ia yang menerima masa lalu mu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu. Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.
Ia yang bisa memberimu dampak positif dalam hidupmu.
Ia yang mengingatkanmu akan ALLAH.
Ia yang mengajakmu bersyukur saat kegagalan menghampiri hidupmu.
Ia yang tidak pernah lupa menyebutmu dalam do'anya.
Ia yang mengajarkanmu akan tujuan hidup dan prioritas hidup.

Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa lucu,
jika dulu cemburunya berarti sayang buat kamu,
jika dulu airmatanya bisa menyayat hatimu,
maka,
jika sekarang semuanya itu jadi alasan kamu melepaskannya, maka merenunglah sejenak.
Karena mungkin pernyataan ini benar!

"Sebenarnya bukan karena manjanya, cemburunya, atau sifat buruk lainnya yang menyebabkan kamu berani melepaskannya,
tapi karena sekarang kamu mengijinkan wanita lain menjadi pendengar masalahmu dengannya."

Itulah Pengkhianatan yang tidak pernah disadari seorang pria!

Berjalanlah bersama dia yang Tuhan ciptakan dari Tulang Rusukmu.
READ MORE - ╰☆╮ *T U L A N G R U S U K* ╰☆╮

11 Nov 2012

Wanita Penghuni Surga Itu…




Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku: "Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”  Aku menjawab: “Ya”. Ia berkata: “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata:

'Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’ 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’ 

Wanita itu menjawab:

‘Aku pilih bersabar.’

Lalu ia melanjutkan perkataannya:

‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’ 

Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu?

Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?

Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok?

Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.

Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.

Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”

Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya...

Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya?

Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia?

Betapa malunya (malukah) ia karena menderita penyakit ayan?

Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.

Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???

Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.
Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “

Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.”  (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)

Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap.

Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak (lagi) tersingkap (lebih memilih tetap sakit daripada auratnya tersingkap).

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?

Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.

Maraji’:
Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.

Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah: ustadz Abu Salman

Sumber: http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-penghuni-surga-itu.html

Semoga bermanfaat...
READ MORE - Wanita Penghuni Surga Itu…

10 Okt 2012

Mari Sejenak Merenungi diri...

 
Bismillah,

Fenomena saudari-saudari kita

[1]. Dari awalnya pakaian super ketat, hingga tak berpakaian, kemudian terketuk, hingga mereka kenakan kain tipis pelilit kepala.

Kemudian, mode berkembang, hingga kain itu dimode2kan, dan ditinggikan spt punuk unta, dan kain lebihnya itu dimasukkan ke dalam baju, atau di selempangkan ke pundak, atau dililit pula ke leher, atau dinaikkan pula ke kepala.
Hingga terlihatlah bidang dada nya, dan lilitan lehernya, dan di tambah semakin ke bawah, na`udzubillahi min dzallik.

[2]. Ada yang lebih memiriskan, kuliah jauh, jilbab pun tanggal. Tak tau kemana. Menyedihkan..

[3]. Entah kenapa, padahal sering buka Al Qur`an, apakah hanya sekedar membaca huruf2 saja, tidak mentadabburi nya?
Atau belum sampai membaca QS. An Nuur: 31, atau Al Ahzaab: 59?

Disana sudah jelas2 Allaah firmankan, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" [QS. Al Ahzaab: 59]
".....Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya....."[QS. An Nuur: 31]

Coba perhatikan 2 ayat ini, saudariku......
Renungkanlah.
Adakah disana disebutkan bahwa jilbab itu pendek?

[4]. Alasan apa lagi yang akan saudari keluarkan untuk membenarkan apa2 yang saudari kerjakan itu?
-"Ohh...nantilah, aku masih muda", masya-a Allah, dapatkan kita bisa menebak kapan Allah mencabut nyawa kita?
Bisakah kita menebak dan lari dari adzab Allah? Sekalipun di tempat tidur?

Dunia ini tak lebih baik dari bangkai kambing yang cacat telinga nya.
Tak lebih baik dari sebelah sayap nyamuk.

-"Ohh..nantilah, jilbabkan hati dulu", ya subhanallah adakah Allah suruh menjilbab kan hati dulu di ayat itu?
Bagaimana mungkin menjilbabkan hati, bagaimana caranya? It`s impossible.

-"Mengekang banget siiih.,.. Aku kan mau ini mau itu dulu. Biarin yang emak2 dulu pake jilbab yang panjang plus ribet itu."

-"Banyak kok, yang tak berjilbab, tetapi baik akhlaknya, baik hatinya.."
Ya Allah, adakah kita disuruh menyingkap hati manusia? Kita hanya disuruh melihat dari zhahirnya/luarnya.
Urusan akhlak, itu beda perkara. Urusan kewajiban menutup aurat dan berjilbab, itu lain pula. Tak bisa digabungkan.

Berjilbab tapi akhlaknya buruk itu lebih baik daripada tidak berjilbab namun akhlaknya baik. Alasannya, ketika seorang muslimah sudah berjilbab akhlaknya terhadap Allah sudah baik. Maka yang perlu diperbaiki adalah akhlaknya terhadap saudaranya. Adapun yang tidak berjilbab, akhlaknya terhadap Allah masih buruk, maka akhlak baiknya di mata manusia tidak bisa menggantikan akhlak buruknya terhadap Allah.

-Dan banyak lagi dalih2 alasan untuk tak berjilbab, alasan menunda menunaikan kewajiban ini.

[5]. Dan ternyata, salah sangka mengenai jilbab. Jilbab itu bukanlah kain tipis, dililit2, dimode2kan, namun jilbab adalah kain panjang, lebar, tebal, menutup tubuh, tidak dimode2 spt kebanyakan, polos saja. Dan ini juga masih kurang, [yang benernya], setelah berjilbab, namun di dalam jilbab itu ada khimar, yaitu jilbab nyampe dada.
Panas?
Tidak, insya Allah. Malah adem..:)

[6]. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. [QS. AL Hadiid: 20]
Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua. Karena, hukum memakai jilbab itu adalah wajib; bukan sunnah; bukan pula pilihan, bukan pula mengikuti zaman yang seperti anggapan antek2 JIL.

Wahai saudariku, silahkan sebar ini kepada saudari2 terdekatmu. Begitu juga saudaraku, silahkan lihat Ibumu, Adik atau kakak perempuanmu, istrimu, putri2mu, bagaimanakah pakaian mereka? Kalian juga bertanggung jawab untuk mendapat hisaban atas pakaian2 Ibumu, adik/kakak perempuanmu, istrimu dan putri2mu.
Wallaahul musta`aan
READ MORE - Mari Sejenak Merenungi diri...

3 Sep 2012

Inilah Pakaianmu...Saudariku..



Wahai Saudariku.....
Ya,engkau memang cantik..alhamdulillah.
Tapi alangkah sayangnya jika kecantikanmu membuahkan dosa.Karna pakaianmu yang tak sesuai syari'at,yang dengannya bisa kau timbulkan maksiat.
Ya, wanita ibarat bunga yang cantik.Jika seorang wanita menampakkan kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya, sungguh, kebanyakan dari para lelaki akan terpesona karenanya. Hawa nafsunya akan menyuruhnya untuk menikmati sang wanita cantik itu, entah itu dengan memandangi atau entah......
Hijab, perintah Allah untuk wanita muslimah Duhai Saudariku, fitrah seorang manusia pastilah malu untuk memperlihatkan auratnya dan malu jika orang lain memandang auratnya. Terlebih lagi bagi seorang muslimah yang komitmen terhadap ajaran agamanya. Seorang mukminah tentu akan melaksanakan apa saja yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, termasuk di antaranya adalah perintah untuk berhijab. Ketahuilah, tidaklah Allah memerintahkan sesuatu perkara kepada hamba-Nya kecuali pasti perkara itu bermanfaat bagi hamba-Nya. Demikian juga dengan perintah berhijab bagi muslimah, karena hijab sungguh sangat besar manfaatnya bagi para wanita.

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ
“..dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka…” (QS. An Nur: 31)

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعاً فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاء حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang hijab/tabir.Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)
Wahai Saudariku...yang engkau takut dengan siksa pedih neraka...yang engkau berharap jannah yang kekal selamanya.
Yuk, pakai pakaian lebar, panjang, tebal..:)
'Amal, insya Allah..

Mau....?
Gambar diatas adalah contoh pakaian syar`i,

Yuk kita kenakan..

Semoga Allah memudahkan kita menuju JannahNya.Wallahul Musta'aan.
READ MORE - Inilah Pakaianmu...Saudariku..

6 Agu 2012

Ya Abi Ummi..Izinkan Aku Bercerita.....


Ya Abi Ummi (bapakku Ibuku) , Aku Anakmu, Bukan teroris

“Bismillah,

Ini adalah sebuah surat dari seorang ikhwahfillah kepada kedua orangtuanya yang semoga dapat kita jadikan ibroh.. bahwa memberi pengertian kepada orangtua haruslah dengan lemah lembut karena Islam itu lembut dan bahwa orangtua harus senantiasa kita muliakan.. walaupun Alhamdulillah saya tidak mengalami seperti ini dari kedua or
angtua saya, tetapi saya dapati relatif banyak yang mengalami ini.. bagi yang mengalaminya, semoga Alloh menguatkan untuk tetap istiqomah dan semoga Alloh senantiasa memberi hidayahNya bagi kita dan keluarga serta menunjukkan kita semua jalan yang lurus yang Alloh Ta'ala Ridhoi, aamiin.. dan semoga dengan berbagi ini, dapat membantu ikhwahfillah dalam menyampaikannya dengan cara yang ma'ruf..”


Ya Abi Ummi (bapakku Ibuku) , Aku Anakmu, Bukan teroris

Abi, Ummi, maukah membaca suratku? mendengar sedikit cerita dariku?

Tentang ISLAM yang begitu indah..

Tentang ISLAM yang begitu damai..

Spt tertuang dalam ayat Al Qur’an : “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Sebuah dakwah ISLAM yang luar biasa indah..

sangat lembut hingga aku sadar ISLAM itu LEMBUT

Dari sana aku mulai belajar tentang ISLAM secara menyeluruh..

Tentang Tauhid yang ESA, tentang aqidah islamiyah, tentang fiqh, tentang adab bermuamalah, hukum-hukum dan segala sesuatu tentang ISLAM.
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.“﴾ Al Baqarah:208 ﴿

Subhanallah..

Ya Abi wa Ummi..

ISLAM itu sungguh SEMPURNA

Dari sana aku tahu,

Bagaimana caranya berbakti kepada kalian

Hanya dengan amalan ringan yang sebelumnya aku sepelekan, ternyata itu bisa mendekatkanku dengan jannah.

na’am, itulah BIRRUL WALIDAIN

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". ﴾ Al Ahqaaf:15 ﴿

Subhanallah.. ISLAM ternyata MUDAH.

Dari sana aku juga tahu..

Mengenai segala perkara tentang kaum WANITA.

Mulai dari pakaian, jilbab, adab keluar rumah, adab berbicara dan adab lainnya, juga ketika kaum ini menjadi seorang istri dan menjadi ibu seperti Ummi..

Ada banyak hal yang dipelajari disana..

Dan dari sana aku tahu ISLAM itu sangat MEMULIAKAN WANITA.

Dari sana juga aku tahu apa pentingnya ilmu..

Semua amalan hendaknya didasari ilmu.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ﴾ Al Israa':36 ﴿

Dan ilmu itu akan kita dapatkan dengan terus mencarinya.

Ilmu itu cahaya dan ilmu itu warisan para Nabi.

Dan aku ingin termasuk menjadi orang yang mendapatkan warisan yang besar itu..

Oleh karenanya aku ingin terus mencarinya, karena ilmuku masih sangat sedikit..

Ummi tidak perlu khawatir dengan penampilanku saat ini,

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. ﴾ Al A'raf:26 ﴿
" Ada 3 golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat, tidak dilihat dan tidak disucikan ( dari dosa) serta mendapatkan azab yang sangat pedih, yaitu pelaku Isbal (musbil), pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu." (HR. Muslim, Ibn Majah, Tirmidzi, Nasa'i).
*Musbil (pelaku Isbal) adalah seseorang yang menurunkan sarung atau celananya kemudian melewati kedua mata kakinya.

“Abdullah bin Umar berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah jenggot kamu dan tipiskanlah kumis kamu”. HR al Bukhari, Muslim dan al Baihaqi.
“Dari Aisyah berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : Sepuluh perkara dari fitrah (dari sunnah nabi-nabi) diantaranya ialah mencukur kumis dan memelihara jenggot”. HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasaii dan Ibn Majah.

Dan bagi wanita :
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan perempuan-perempuan mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzaab 59)

Jangan pikirkan apa kata sebagian orang,

Bukankah Ummi yang melahirkan aku? Bukankah Ummi yang merawat dan mendidikku?

Ummi lebih tahu aku dari pada mereka..

insyaAlloh aku tidak akan mengkhianati kepercayaanmu juga Abi.

Mengapa mereka melabeli fanatik atau ekstrim..

Apakah karena berbeda dengan kebiasaan?

Bukankah kita tidak boleh menjadikan kebiasaan sebagai suatu kebenaran, tetapi jadikanlah kebenaran sebagai suatu kebiasaan?

Dan kebenaran itu datangnya hanya dari Alloh Ta’ala..

"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". ﴾ Al Baqarah:170 ﴿

Kita mempunyai teladan terbaik di muka bumi ini yaitu Rosululloh shalallahu ‘alaihi wassalam

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." ﴾ Al Ahzab:21 ﴿

Aku bukan pemberontak penguasa

Aku bukan golongan teroris

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." ﴾ An Nisaa:59 ﴿

Oleh karena itu, Rasululloh Shalallahi ‘Alaihi Wassallam memerintahkan kita tunduk dan taat pada penguasa/ulil ‘amri, selama itu tidak melanggar perintahNya seperti jika melarang kita sholat misalnya (na'udzubillahimindzalik)

Jika Bapak Ibu mendapati sederet mahasiswa/i para aktifis dakwah ikhwan bahkan akhwat berdiri berbaris sambil membawa spanduk, berteriak dan berorasi di bawah teriknya jalanan..

Dan Ummi berfikir, “jangan-jangan anakku ikut dalam deretan itu..”

Maka ku pastikan aku tidak akan pernah ada di deretan itu Ummi

Tidak! Tidak akan pernah ikut ‘aksi’ istilah kerennya..

Karena itu bukanlah adab seorang muslim..

"Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa maka janganlah menyatakannya di depan umum terang-terangan. Hendaklah ia mengambil tangan penguasa tersebut (ke tempat tersembunyi). Maka bila penguasa itu mau mendengar nasehat tersebut, itulah yang dikehendaki. Tetapi bila tidak mau mendengarnya, sungguh penasehat itu telah menunaikan apa yang diwajibkan atasnya." Hadits tersebut Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Abi Ashim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal hal.507 no.1096.

Dan jika Abi wa Ummi mendapati orang yang suka mengkafirkan oranglain

Mendapati golongan yang menganggap diri paling benar serta berbuat kerusakan

Ketahuilah bahwa aku juga bukan golongan mereka

Aku bukan orang yang suka mengkafirkan orang lain Ummi..

Abu Dzar juga menuturkan hal yang sama dari Rasulullah Shalallahi ‘Alaihi Wassallam:
“Siapa yang menyeru kepada seseorang dengan sebutan kekafiran atau ia mengatakan: wahai musuh Allah, sementara yang dituduhnya itu tidak demikian maka sebutan tersebut kembali kepadanya.” (Shahih, HR. Muslim no. 61)

Ibnu ‘Umar berkata: Rasulullah Shalallahi ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Apabila seseorang menyeru kepada saudaranya: Wahai orang kafir, maka sungguh akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari keduanya. Bila orang yang disebut kafir itu memang kafir adanya maka sebutan itu pantas untuknya, bila tidak maka sebutan kafir itu kembali kepada yang mengucapkan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6104 dan Muslim no. 60)

Karenanya mengkafirkan seorang muslim yang tidak melakukan salah satu pembatal keislaman sangatlah berbahaya..

Olehnya, yang berhak memvonis murtad hanyalah para hakim syar’i dan ahli fatwa yang diakui keilmuannya.

Adapun yang merealisasikan hukumannya adalah pemerintah kaum muslimin, selain itu hanya akan melahirkan kekacauan..


Selain itu, aku ingin Ummi tahu, aku mendambakan sosok wanita sholihah

Bukankah Ummi juga mendambakan menantu demikian?

Tempat seorang muslimah bukan di jalanan, tapi di dalam rumahnya.

Bukan bernyanyi, berteriak, berorasi yg bisa dengan bebas disaksikan puluhan pasang mata..

Wanita itu aurat dan fitnah amat sangat dekat dengan kita.

Akan lebih mulia ketika kita menjaga diri.

Aku ingin berusaha menjaganya.. menjaga diriku sendiri…

Karena wanita sholihah pun mendambakan lelaki sholih

“… dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..”. ﴾ An Nuur:26 ﴿


Ketika Abi dan Ummi menyaksikan pemberitaan di televisi tentang sekelompok orang dengan penampilannya yang kata orang ‘ekstrim’ : berjenggot, bercelana cingkrang, berjilbab lebar..

Dan kalian berkata kepadaku “kenapa kamu berpakaian seperti mereka? Tidakkah kamu takut, bila ternyata kamu diintai Densus 88?”

Maka ku yakinkan

AKU BUKAN TERORIS!

Aku bukan golongan mereka.

Mungkin penampilanku hampir atau bahkan sama dengan mereka.

Tapi apakah bijak menyalahkan seseorang hanya karena pakaiannya?

Bukankah Rosululloh shalallahu'alaihi wassalam berjenggot?

Bagaimana bila para teroris itu memakai dasi atau pakaian safari yang sering Abi kenakan?

Apakah Abi mau dituduh demikian?

Demi ALLAH yang jiwaku ada ditanganNya…

Aku berlindung dari pemahaman mereka…

Aku berlindung dari pemahaman kaum khawarij.

Jihad itu asalnya adalah mulia. Sehingga jihad itupun ada aturan-aturannya.

Mereka bilang ingin memberantas kemaksiatan, menghancurkan orang kafir.

Tapi apa mereka tahu, hukum menumpahkan darah sesama muslim? Membunuh orang kafir yg sudah melakukan perjanjian dan dalam perlindungan pemerintah?

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS. An-Nisa`: 93)
“Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. (HR. Al-Bukhary no. 3166, 6914, An-Nasa`i 8/25 dan Ibnu Majah no. 2686).

Allah berfirman:
“.....Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (An-Nisa: 29-30)


Karenanya, Sungguh…

Jangan kalian menghukumiku seperti mereka…

Pakaian dan penampilan yang mereka kenakan tidak salah

Justru mereka melestarkan Sunnah Rasululloh yang semakin memudar..

Tapi PEMAHAMAN mereka yang sempit…

Bukan seperti itu ISLAM yang dicontohkan Rasululloh dan para shahabatnya..

ISLAM adalah agama yang sempurna yang menebar rahmat..

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ” (an-Nahl: 125)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Ali ‘Imran: 159)

Sufyan ats-Tsauri t berkata, “Seseorang tidak boleh menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar melainkan jika ia memiliki tiga perangai: lemah lembut dalam mengajak dan melarang, bersikap adil dalam mengajak dan melarang, serta berilmu tentang apa yang diajak dan dilarangnya.” (al-Wara’, al-Imam Ahmad hlm. 166)

Rasulullah Shalallahi ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Mahalembut. Ia mencintai kelembutan dalam setiap hal. Ia akan memberikan (kebaikan) pada kelembutan sesuatu yang tidak Ia berikan pada kekerasan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar….” (Ali Imran: 110)

Nabi Shalallahi ‘Alaihi Wassallam juga bersabda:
”Tidaklah sikap lemah lembut itu ada dalam sesuatu, melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah sikap lemah lembut itu dicabut dari sesuatu, melainkan akan menghinakannya.” (HR. Muslim no. 4698, Abu Dawud no. 2119, dan Ahmad no. 23171, 23664, 23791)
Dan terakhir, semoga aku, Abi wa Ummi serta seluruh ummat muslim senantiasa dibimbing Allah Ta’ala agar berada dijalan yang lurus yang Allah Ta’ala Ridhoi, aamiin..
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".(An Naml 19)

Wallaahu waliyyut Taufiq

Sumber salinan: Catatan Teh Annisa Ummu Abdillah, yang disadur dari http://www.facebook.com/notes/yuanita-sarah/ya-abi-ummi-bapakku-ibuku-aku-anakmu-bukan-teroris/10151674222865151
READ MORE - Ya Abi Ummi..Izinkan Aku Bercerita.....

1 Agu 2012

Semua Meninggalkanku Setelah Aku Berhijab

“Ya Allah, akhirnya dengan hijab ini aku dapat merasakan lezatnya nikmat iman.”

Diakui atau tidak, baik atau buruknya perilaku seseorang itu, juga tergantung dengan siapa ia bergaul. Ketika sahabatnya adalah orang-orang yang memiliki akhlakul karimah (akhlak yang mulia), maka, secara tidak langsung ia telah ikut merasakan langkah sahabat-sahabatnya yang mulia. Begitu pula sebaliknya, ketika yang mejadi teman gaul itu adalah sekelompok orang yang jauh dari cahaya Allah, kita pun akan mengikuti mereka sedikit demi sedikit. Sebab itu, kita perlu mewas diri dengan siapa kita bersahabat, sehingga tidak menyesal di kemudian hari.
Mungkin, karena kecerobohan saya dalam memilih teman itulah, yang telah menjerumuskanku ke jalan yang sangat jauh dari nilai-nilai Islam.
Dua puluh tahun lalu, tahun 90-an, mengamen di kampus-kampus, terminal-terminal, telah menjadi pilihan gaya hidupku. Padahal, di lain pihak, orangtuaku termasuk orang yang berada (berkecukupan), untuk membiayai kuliah, kos dan sanguku. Bahkan, beliau termasuk pengurus salah satu organisasi Masyarakat Islam terbesar di Indonesia, yang mana, jam terbang dakwahnya cukup tinggi. Namun, sekali lagi, karena salah pergaulan, justru jalan setan inilah yang menjadi pijakanku, sebelum akhirnya hidayah merasuk ke dalam sanubari.
Pengalaman buruk itu bermula dari aku menjadi mahasiswi di sebuah universitas di Malang. Aku sendiri lahir dari Sidoarjo. Karena jauhnya lokasi rumah dan kampus, maka saya lebih memilih untuk mengekos di lokasi yang tidak jauh dari kampus.
Terus terang, sejatinya aku menjalani proses perkuliahan itu dengan setengah hati. Tidak ada keseriusan di dalamnya. Oleh karenanya, untuk mencari hiburan, aku mendaftarkan diri untuk masuk group theater. Di sini, meskipun tidak sering, kami kadang-kadang diundang untuk mengisi beberapa acara.
Seiring dengan terus berjalannya waktu, tumbuh keinginan untuk mengikuti profesi beberapa temanku, yaitu mengamen. Bedanya, kalau mereka mengamen untuk memenuhi biaya hidup, sedangkan aku, menjalaninya hanya untuk mencari kepuasan dan kesenangan diri semata. Gayung bersambut, ternyata teman-temanku itu sangat responsif terhadap keinginanku tersebut. Sejak itulah, karir sebagai penyanyi jalanan di mulai.
Kampus-kampus terbesar di Malang seperti; IAIN (yang kini berubah menjadi UIN), IKIP, UNIBRAW, adalah diantara target kami. Namun, tidak jarang juga kami melebarkan sayap jangkauan kami, ke daerah Batu, karena memang di sini tempat para wisatawan luar negeri, yang mana jika mereka memberi, relatif lebih besar dari pada orang-orang pribumi.
Dari hari ke hari, aku benar-benar dimabuk cinta oleh aktivitas baruku ini. bisa dibilang saat itu aku sudah ‘gila’, ‘gila’ ngamen. Bayangkan, meskipun statusku sebagai mahasiswi, namun, intensitas dalam mengamen, dan jauhnya jangkauan yang harus ditempuh, bisa dibilang, mengalah-ngalahi, mereka yang memang berprofesi sebagai pengamen sejati, sekalipun mereka itu cowok. Aku dan beberapa teman tidak lagi mengamen di kampus-kampus, namun juga sudah menuju terminal-terminal.
Disergap Satpol PP
Pernah pada suatu hari, ketika sedang asik melantunkan sebuah lagu di terminal Arjosari, Malang, kami disergap oleh Satpol PP Karena kelihaian kami bersilat lidah, akhirnya, kami dilepaskan, “Pak, kita ini para mahasiswi yang sedang praktek lapangn, yang meneliti tentang kehidupan para pengamen,” jelas kami waktu itu yang langsung dipercayai. Tapi pengalaman itu rupanya tak pernah menyurutkan ku menghentikan kebiasaan gila ini.
Tak puas hanya berkutat di daerah Malang saja, akhirnya kami beranikan diri untuk memperluas daerah jangkauan. Tidak tanggung-tanggung, daerah yang kami tuju adalah Lumajang, bahkan, karena saking kuatnya tekat untuk mengamen, kami berani mengamen hingga ke Madura, Banyuwangi, bahkan Bali sekali pun. (Astaghfirullaha ‘Adziim, semoga Allah mengampuni masa laluku).
Aktivitas yang demikian ini, terus aku jalani hingga aku duduk di semester enam. Meskipun demikian liarnya pergaulanku saat itu, orang tuaku tidak pernah mengetahuinya. Dan Alhamdulillah-nya, meskipun tidak terlalu baik, setiap kali ujian semester, aku selalu lulus. -mungkin- hal inilah, yang membuat orang tuaku tidak curiga dengan aktivitas saya. Tapi memang di balik itu semua, terlihat keinginan mereka agar aku bisa memperbaiki kostum pakaianku. Memang pada saat itu, baju yang ketat dengan bawahan seperti jeans, menjadi pakaian favoritku. Ditambah lagi dengan rambut yang terurai bebas.
Datangnya Hidayah
Senikmat apapun hidup di tengah kegelapan cahaya Allah, tetaplah itu semua kenikmatan semu, yang tidak akan pernah mencapai kenikmatan hakiki yang mengarah kepada ketenangan jiwa, dan kesejukan hati. Semakin hawa nafsu itu dituruti, sejatinya jiwa ini semakin haus, rindu akan siraman ketenangan. Namun, karena hawa nafsu begitu dominan, yang terjadi hanyalah pengingkaran, pengingkaran jeritan hati. Sehingga, meskipun ia terluka, mulut masih bisah tetap tertawa dengan sumringahnya.
Begitu pula dengan diriku. Sejatinya hatiku menjerit, mengakui kekeliruan jalur yang aku pilih. Hingga terjadilah suatu pristiwa, yang cukup menggugah diriku, yang kemudian menjadi titik awal kembalinya saya ke fithrah Ilahiyah.
Hari itu (akhir dari tahun 1993), tersebutlah salah satu teman kosku yang baru saja menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Pada dasarnya, ia juga termasuk tipe orang yang kurang memperhatikan hijab, termasuk aurat (jilbab). Tapi, karena tempat PKL-nya di sekolah Muhammadiyah, maka ia pun “terpaksa” menggunakan hijab tersebut. Di tengah-tengah ia merapihkan pakaiannya, saya tertegun melihat jilbab yang sedang ia lipat. Seketika itu saya memberanikan diri untuk memintanya, “Mbak, jilbabnya saya ambil aja yah,” ujarku kala itu. “Untuk apa?” timbalnya “Ya, mungkin suatu hari nanti aku akan memakainya. Sekalian buat kenang-kenangan. Mbak kan sudah mau selesai kuliahnya,” ujarku. Akhirnya jilbab itu ia berikan juga.
Setelah ia menyerahkan jilbab itu, saya langsung menjoba mengenakannya. “Wah mbak cantik juga kalau pakek jilbab,” ujar beberapa teman mengomentari ulahku. Ada rasa nyesss, tatkala aku bercermin dan melihat penampilanku berjilbab saat itu. Sepertinya setes embun telah membasahi hatiku. Rasanya sejuk sekali. Maka mulailah aku berfikir untuk menggunakan jilbab.
Meski demikian, masih terngiang dengan jelas di benakku, bagimana reaksi kedua orangtuaku nanti? Diam-diam aku pulang dengan penampilan baru, berjilbab. Tapi tetap saja, itu hanya bagian atas. Sebab, pakaian bawah, masih standar jahiliyah, menggunakan jeans.
“Nah, beginilah nak seharusnya seorang muslimah berbusana,” puji orangtuaku dalam raut wajah cukup kaget dan linangan air mata. Mungkin karena suka nya, mereka mengajakku memborong pakaiaan muslimah. Alhamdulillah, sejak saat itu, tekad ku menggunakan jilbab semakin kuat.
Terror dari Segala Penjuru
Namun, perjalanan ini rupanya tak semulus yang aku kira. Yang ada justru jalan terjal, lagi berbatuan. Akan tetapi, justru jalan yang demikian inilah, yang kemudian hari akan menghantarkan seseorang merasakan manisnya perjuangan, indahnya keimanan.
Setibanya di kampus aku diselimuti keraguan untuk menggunakan jilbab. Penyebabnya, tentusaja mempertimbangkan reaksi teman-temanku, yang sepertinya mereka fobia terhadap jilbab. Maka, untuk menghindari itu semua, aku pun ‘kucing-kucingan’ bersama mereka.
Kalau kuliah malam hari, saya mengenakan jilbab, kalau siang, akupun melucutinya alias bongkar-pasang. Pekerjaan ini berjalan hingga lima bulan. Tapi, lama-kelamaan, aku sendiri tidak kuat dengan permainan ini. Sebab itu, aku beranikan diri untuk berkata jujur kepada mereka, bahwa aku ada aku yang sudah dengan penampilan baru.
Apa yang saya kuatirkan sebelumnya benar-benar terjadi. Teman-temanku mencemooh dan mengkerdilkanku, “Apa kamu ingin menjadi pocong dengan pakai jilbab!”. “Kalau kamu pakai jilbab, kamu tidak akan bebas.Kamu akan selalu terkekang,” ujar yang lain. Semua itu, sangat mengiris-iris hatiku.
Tidak cukup dengan omongan saja mereka berperilaku buruk (yang sebelumnya sangat-sangat akrab), mereka juga dengan serempak menjauhiku. Seorang memboikot penampilanku, mereka hilang satu-persatu. Jadilah aku “sebatang kara”. Melihat kondisi kampus yang tidak kondusif ini, saya bermusyawarah dengan orangtua mengenai permasalahanku. Akhirnya diputuskan, pulang-pergi sebagai alternatifnya, sekalipun itu sangat jauh Malang-Sidoarjo.
Ternyata harapan untuk menggunakan hijab dengan mudah di rumah sendiri, tidak semudah membalik telapak tangan. Di sini pun aku dikucilkan oleh beberapa saudara.
“Perilaku masih kayak gitu kok pakai jilbab.”
“Nanti saja makai jilbabnya. Kamu itu masih belum menikah. Entar gak laku melihat penampilanmu yang aneh ini,” ujar sebagian dari mereka.
Akan tetapi, sebesar apapun angin dan badai hinaan menghantam, aku telah bulatkan niat untuk tetap menggunakan jilbab. Agar pengetahuan agamaku semakin bertambah, maka, akupun melahap buku-buku agama, yang aku beli di toko-toko buku.
Karena membaca pengalaman betapa sukarnya berjalan di jalur yang diridhai Allah, setiap kali melaksanakan shalat, aku senantiasa berdo’a kepada-Nya.
“Ya Allah, sudilah kiranya Engka memberikanku pendamping hidup yang mendukung apa yang aku yakini sebagai kebenaran ini,” begitu doaku.
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a-do’a hambanya. Melalui perantara kedua orangtuaku, aku akhirnya dijodohkan dengan seorang aktivis dakwah yang sebelumnya tak pernah aku kenal.
Aku sangat bersyukur berdampingan dengannya. Selain ia sebagai figur suami yang baik, ia juga merupakan sosok pembimbing yang senantiasa mengarahkan ke pada jalan yang benar, yang diridhai oleh Allah. Yang sangat membahagiakanku, ia adalah seorang yang sangat mengerti agama dan seorang dai.
Saat ini, kami telah dianugerahi dua putra dan dua putri. Selain sibuk mengurusi rumah tangga dan mendidik anak-anak, aku juga aktif di organisasi muslimah yang berada di bawah naungan salah satu harakah Islam.
“Ya Allah, kini akhirnya aku dapat merasakan lezatnya nikmat iman ini.”

“Wahai para Muslimah, gunakanlah hijab sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh agama (Islam) yang indah dan mulia ini. Dengan hijab itu identitas kalian akan lebih jelas. Tanpanya, bukan hanya keimanan kita saja yang kurang nampak, namun, keislaman kitapun patut dipertanyakan.” [kisah ini diceritakan langsung oleh Ibu Fina kepada hidayatullah.com/Robin Sah/hidayatullah/dg sedikit perubahan]
READ MORE - Semua Meninggalkanku Setelah Aku Berhijab